Mengapa Manus(a)ya?

Manusaya lahir dari kegelisahan kita mengenai semakin pudarnya kepercayaan generasi muda pada kemanusiaan. Kita melihat pergeseran normal yang tidak lagi dilihat sebagai anomali. Hal-hal buruk yang dulu kita anggap tidak wajar, sekarang rasanya udah normal. Dulu perbedaan adalah hal yang dirayakan, tapi sekarang dijadikan bahan perselisihan. Keberagaman dan toleransi yang menjadi DNA manusia Indonesia kini mulai kita pertanyakan keberadaannya. Sejarah telah menjadi saksi bisu atas perselisihan yang timbul karena perbedaan. Kita mulai kehilangan harapan

bahwa manusia bisa berubah menjadi lebih baik. Padahal,

menyerah terhadap kemanusiaan sama saja seperti menyerah terhadap diri sendiri. Namun, kita percaya bahwa masih banyak orang baik di dunia ini. Orang baik sayangnya yang belum bersuara.

 

Banyak yang beranggapan bahwa sekali buruk tetap buruk. Di Manusaya, kami ingin membuktikan apa yang kami yakini tentang konsep kemanusiaan bahwa setiap orang adalah, sejatinya, orang baik. Situasilah yang mengubahnya. Kami percaya bahwa untuk mengubah seseorang dimulai dari menyentuh perasaannya.

Karena itu project ini adalah wujud dari rasa yang ditumpahkan dalam bentuk kolaborasi antara nada, karsa dan warna. Mencoba menunjukan kasih antara sesama manusia. Untuk memanusiakan manusia.

 

Project pertama kami adalah mempersiapkan anak-anak penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) untuk ‘memulai kembali’ setelah mereka

keluar dari LPKA. Manus(a)ya berupaya untuk mengembangkan keterampilan

dan emosional mereka, meningkatkan kepedulian sosial, serta membuka pikiran masyarakat mengenai stigma negatif terhadap anak-anak selama ini.

Kami menyadari bahwa anak-anak di LPKA membutuhkan pendampingan, dan di sisi lain masyarakat membutuhkan pengetahuan agar stigma negatifnya bisa diubah. Hal ini menginspirasi kami untuk menginisiasi Manus(a)ya, untuk mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan dengan #ManusiakanManusia. ​

Mengapa LPKA?

 
Sharing Day

17 Januari 2018

Sharing Day merupakan acara perkenalan untuk mengenal lebih dekat anak-anak penghuni LPKA, dimana acara ini akan di isi dengan talkshow dengan tokoh inspiratif, games, serta sharing session mengenai mimpi dan masa depan mereka. Tokoh-tokoh yang kami usahakan kenalkan kepada anak-anak LPKA adalah para penggiat sektor kreatif sebagai sektor yang paling mumpuni melihat minat dari anak-anak LPKA Salemba.

Workshop di LPKA Salemba

30 Januari - 24 April 2018

Workshop dilakukan dua kali seminggu selama tiga bulan, dimana para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan yang bisa membekali mereka saat keluar dari LPKA dan kembali ke masyarakat nanti. Workshop ini terdiri dari workshop literasi emosional dan workshop pengembangan keterampilan yang

terdiri dari keterampilan musik, prakarya & kerajinan tangan, serta bahasa.​

Apa yang kami lakukan?

Campaign #MemanusiakanManusia

23 Desember 2017 - Juli 2018

Social Campaign ini bertujuan untuk memecah stigma negatif masyarakat mengenai anak-anak penghuni LPKA sehingga mereka dapat diterima dengan baik di masyarakat saat sudah keluar nanti. Media sosial akan menjadi jembatan untuk ‘bercerita’ mengenai kisah dari LPKA. Dan memperlihatkan sisi-sisi kemanusiaan dari mereka yang kerap luput dari perhatian masyarakat.

Manus(a)ya juga akan menjual merchandise sebagai salah satu bentuk kampanye, dan hasil penjualannya akan digunakan untuk mendukung kegiatan Manus(a)ya!

 

Temui Kami!

Launching Manusaya : Lahir

20 Januari 2018

Untuk memperkenalkan Manus(a)ya ke publik, maka akan diadakan kegiatan launching yang terdiri dari talkshow bersama tokoh-tokoh inspiratif serta pameran karya anak- anak penghuni Lapas dan seniman. Kegiatan ini terbuka untuk umum.

​​​

 

Bagaimana kamu bisa berkontribusi?

+62 87888 402414

  • Instagram - White Circle
  • Twitter - White Circle
  • Facebook - White Circle

© 2016 by SPREAD Project.